Kisah VBAC Eva


image

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah

28 Muharram 1436 H/ 21 November 2014 pukul 00.55 WIB lahirlah putra ke-2 kami, yang kami beri nama Muhammad, di rumah kami yang penuh cinta, di dalam kolam air hangat dengan berat badan 4,1 kg dan panjang 51cm. Sungguh tidak ada daya tanpa pertolongan Allah. Allah yang Maha Mengatur, mulai saat terjadinya konsepsi yang hanya Dia -lah yang mengetahui kapan saatnya hingga tercapainya harapan dan doa-doa yang senantiasa kami panjatkan agar kehamilan ini sehat, anak kami sehat dan dapat melahirkan normal di rumah kami.

Continue reading

Kisah VBAC Jessi

Kisah VBAC Ku

image

Berawal dari keinginan untuk melahirkan normal yang sangat kuat, merasakan fitrah wanita dan dari beberapa bacaan yang menerangkan bahwa banyak kebaikan dari melahirkan normal, membuat keinginan saya untuk memilih melahirkan normal sangat kuat pada kehamilan anak kedua. Sebelumnya anak pertama SC karena kepanikan dan ketidakpahaman pasangan muda kebanyakan. Saalim (anak pertama) waktu itu tidak bergerak yang hal ini mungkin dikarenakan meminum ramuan rumput fatimah. Banyak yang mengatakan bahwa ibu yang akan melahirkan sebaiknya minum ramuan rumput fathimah ketika pembukaan, namun saya malah meminumnya sebelum pembukaan, yang akhirnya berujung kepada keputusan SC. Padahal kondisi bayi menurut perasaan saya mulai membaik sesaat sebelum SC dan sudah bergerak banyak. Tapi keputusan dokter untuk SC tidak dapat dapat kami bantah. Alhasil trauma sekali dengan kelahiran pertama walaupun tidak meninggalkan luka fisik atau memburuknya keadaan fisik tapi situasi dan kondisi saat SC itu sendiri yang membuat saya tidak mau SC lagi untuk persalinan anak berikutnya. Continue reading

Kisah VBA2C Wilda

Kisah VBA2C Ku

image

Terima kasih ya Allah, malam itu pukul 00.10 tanggal 15 november 2014, tidak putus syukur kuucapkan, Alhamdulillah, Allah memudahkan aku melahirkan normal setelah dua kali sesar sebelumnya. Semua berjalan seperti harapanku, aku berharap semoga Allah melindungi aku dari pendarahan seperti kejadian di anak kedua, aku berharap Allah melindungi aku dari ketuban pecah dini atau ketuban rembes, aku berharap semoga pembukaan lancar, aku berharap saat hari H tetap tenang. Banyak sekali harapan dan doa selama kehamilan dan kelahiran ketiga ini. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, semua Allah mudahkan. Continue reading

Kisah VBA2C Shendi

Truly Amazing Moment of VBA2C: Birth of Zahraa Pradya Humayrah

Ketika itu umur anak keduaku, Ray, sekitar 14 bulan. Tamu bulanan yang biasa datang tak kunjung datang juga. Perasaan sudah mengatakan jangan-jangan rahim ini sudah ada isinya. Sekitar 2-3 bulan setelah itu, pergilah ke SpOg dan benar saja ternyata sudah muncul janin di dalam Rahim. Hati terasa senang sekaligus khawatir. Mengapa? Karena jika benar janin ini nantinya diizinkan untuk lahir, maka apakah harus SC lagi? Akira, anak pertamaku, dan Ray keduanya lahir secara SC. Kata dokter yang menangani SC-nya, minus mataku terlalu besar dan beresiko untuk lahir normal (minus mataku sekitar 5 dan 6). Akupun dulu manut-manut saja kata dokter. Namun di kelahiran yang ketiga ini terasa berbeda. Aku mulai merasa khawatir jika harus operasi lagi. Bukannya kenapa-kenapa, tapi secara teori, jika anak 1 dan 2 sudah SC, maka anak selanjutnya kemungkinan besar pasti harus SC lagi. Dan batas SC pada umumnya adalah 3x. Terbayang selalu sabda Rasulullah Sallahu’alaihi Wassalam, bahwa beliau bangga akan jumlah umatnya yang banyak. Sedih sekali rasanya jika anakku nantinya dibatasi hanya 3 saja. Padahal ingin sekali memiliki anak lebih dari itu agar beliau bangga.

image

Continue reading

Kisah VBA2C Susi

My Journey of VBA2C (Vaginal Birth After 2Secarean) Yess…I Can Do It…Alhamdulillah

Subhanallah….tiap kali saya mengingat proses persalinan putri ketigaku tanggal 30 Maret 2014 beberapa hari yang lalu, saat itu pula air mata haru mengalir dipelupuk mata, sebuah persalinan yang selama 9bulan ini saya impi impikan dan saya perjuangkan dengan segenap usaha dan ikhtiar semampu saya, dan dengan kepasrahan maksimal pula saya serahkan kepada Allah swt bagaimana akhir ceritanya, karena hanya Allah swt pembuat skenario terbaik untuk setiap hambaNYA. Continue reading