Kisah VBAC Novita

Kisah Sukses VBAC-ku

image

Walau mendapat bonus jahitan yang lumayan banyak namun itu semua tidak ada artinya dibandingkan dengan kelegaan lahirnya si kecil dengan lengkap sempurna dan suksesnya VBAC ku, sampai setelah melahirkan pun masih bertanya sama suami dan bidan “apa iya aku udah melahirkan secara normal???” Rasanya tidak percaya.

***

Berawal dari rasa trauma melahirkan anak pertama melalui operasi SC yang mendadak, yaitu ketika aku sudah merencanakan melahirkan dengan bidan, pembukaan pun sudah lengkap dan mengejan hingga sekitar 1,5 jam namun kepala bayi tetap tidak keluar juga. Tenaga sudah habis dan ketuban pun sudah rembes, akhirnya aku dirujuk ke rumah sakit dan diputuskan untuk SC. Lahirlah anak pertamaku tanggal 18 Juli 2012 dengan berat badan 3.35 gram dan tinggi badan 51 cm di usia kehamilan 38 minggu.

Dari rasa trauma itu aku berniat untuk kehamilan berikutnya aku ingin melahirkan normal, dan menurut info jarak aman untuk VBAC adalah dua tahun. Karenanya aku pun menjaga jarak aman tersebut, selain untuk VBAC aku pun ingin menggenapkan hak asi anak pertama ku selama dua tahun.

Alhamdulillah setelah genap dua tahun dan selesai menyapih, aku pun merencanakan kehamilan. Saat perencanaan ini aku melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui kondisi jahitan dalam, walau sebetulnya aku yakin jahitan sudah bagus, dan Alhamdulillah memang sudah bagus. Sebulan kemudian aku pun positif hamil.

Dari awal kehamilan itu aku sudah mencari segala informasi tentang VBAC, dan alhamdulillah aku dipertemukan dengan komunitas teman-teman yang pernah merasakan SC dan beberapa dari mereka telah sukses VBAC dan VBA2C. Dari situ lah aku mendapat banyak share ilmu dengan tujuan yang sama, yaitu sukses VBAC.

Dimulai dengan memberdayakan diri dengan mencari ilmu, latihan fisik, dan memperbanyak protein tinggi untuk memperbaiki jaringan sel bekas jahitan SC. Beberapa latihan fisik yang kulakukan adalah senam kegel untuk melenturkan jalan lahir dan pinggul. Duduk tegak dengan bersila dengan tujuan membuat posisi bayi jadi lebih baik. Menungging agar posisi bayi mapan. Jongkok-berdiri, duduk goyang di gymball atau goyang panggul (pelvic rocks) agar mempermudah bayi masuk panggul. Posisi all-four atau menungging dengan tangan menopang badan dan punggung lurus. Aku juga mulai mengkonsumsi extra virgin olive oil (EVOO) di trimester 3. Jalan kaki setiap pagi, mengepel jongkok, dan semuanya yg bisa membantu suksesnya VBAC.

Sebenarnya tidak ada tips khusus untuk VBAC karena prinsipnya sama saja dengan ibu hamil normal lainnya. Namun yang tidak kalah penting adalah support dari orang terdekat, yaitu suami, keluarga dan nakes. Dengan adanya support yang maksimal maka akan menbuat mindset kita jadi percaya diri.

Soal support dari nakes, carilah nakes yang pro VBAC, tidak harus DSOG, karena rata-rata bidan yang lebih mendukyng VBAC, tapi ada juga DSOG yang support VBAC. Jikalau nakes menyatakan tidak mendukung VBAC jangan menyerah untuk tetap mencari nakes yang mendukung.

Alhamdulillah dari awal aku sudah mendapat dukungan dari suami, keluarga dan nakes. Aku pun memutuskan melahirkan di bidan dekat rumah, beliau sudah beberapa kali menangani VBAC. Walau sebelumnya sempat galau karena prediksi bidan akan maju sama dengan anak pertama, dan disuruh sering-sering induksi alami (jima’) plus makan nanas yang lumayan banyak tapi memang sang bayi masih betah di dalam, yaitu tepat di usia kehamilan 40w.

Hari itu, 39w+6d, sekitar ba’da maghrib sudah tampak olehku keluarnya lendir putih yang cukup banyak sampai keluarnya seperti BAK dan kontraksi pun sudah mulai intens. Di sela-sela kontraksi aku berusaha tetap tenang dan sering-sering duduk goyang di atas gymball serta berdiri-jongkok. Lalu aku memutuskan berangkat ke bidan jam 23.30. Setelah dicek alhamdulillah sudah bukaan 6. Sekitar jam 00.30 aku masuk ruang bersalin dan pembukaan sudah lengkap. Posisi mengejan miring kiri dengan kaki kanan diangkat dan ditekuk ke arah dagu. Beberapa kali mengejan aku merasa cukup kesulitan mengambil nafas lanjutan karena qadarullah saat itu aku sedang batuk dan pilek. Di tengah-tengah kesulitan mengejan itu aku sempat meminta divakum. Namun bidan mengatakan bahwa vakum adanya di RS, aku pun menjawab bahwa aku tidak mau ke RS karena tidak ingin SC lagi, alhamdulillah bidannya sabar sekali.

Dan karena kesulitan itu bidan kemudian memberikan cairan infus yang ternyata ada induksinya. Aku pun memanfaatkan tarikan nafas pertama untuk mengejan sekuat tenaga. Setelah kepala bayi mulai kelihatan bidan menyarankan posisi telentang dengan kedua kaki ditekuk. Setelah beberapa kali mengejan akhirnya keluar juga sang bayi, alhamdulillah..

Allah menaqdirkannya lahir tanggal 21 April 2015 jam 02.05 dini hari dengan berat 4.1 gr dan tinggi badan 52cm. Lebih besar dari anakku yang pertama sementara banyak yang mengatakan apabila ingin VBAC maka bayinya tidak boleh melebih berat bayi sebelumnya.

Alhamdulillah bini’matihi tathimusholihat.

Novita Amalia

Dikutip dan diedit dari: https://www.facebook.com/novitaamalia.bintumughni/posts/10204286125773062

8 thoughts on “Kisah VBAC Novita

  1. Karena satu dan lain hal, terutama keterbatasan waktu dan kemampuan, ini akan menjadi pesan terakhir di kisah ini. Selanjutnya Sila para ibu yang memiliki akun FB untuk bergabung di Page VBAC Tanya Saya. Insya Allah di sana lebih banyak informasi sputar VBAC. Ketemu di sana ya…

  2. Menginspirasi banget mbak

    Saya juga pengen banget lahiran normal,usia anak yg pertama 1,5 tahun,semoga nanti anka yang kedua bisa normal,mohon info untuk kota medan dokter yg pro dngn vbac .

  3. bun ak mw tanya, sayatan sc ku vertikal, katanya ga bs normal.padahal ak pgn bgt normal. apa iya kl sayatan vertical ga bs normal?

  4. subhanallah..
    sya bru oprsi sesar tgal 24 sep 2015 ini krna pmbukaan sya enggk naik”,sya brhrap d khmilan sya yg brikut ya 2,3 tahun lg pngen normal, smga bisa ya sperti mba.. amin ya robal alamin

  5. subhanallah mba,, aku jd terinsipirasi bgt dg kisahmu.,HPLku tgl 18 Juni ini, alhamdulillah dpt dokter yg pro vbac di rs permata sarana husada di Pamulang dg dr reza kamal, sebelmynya tgl 4-5 juni sdh disuruh sc oleh dokter seblmnya di RS SA.
    doakan ya mba..

  6. Nooovvvv….sekali lg aku terharu baca kisahmu :’)
    Doakan aku menyusul taun depan yaaah…

Comments are closed.