Kisah VBAC Jessi

Kisah VBAC Ku

image

Berawal dari keinginan untuk melahirkan normal yang sangat kuat, merasakan fitrah wanita dan dari beberapa bacaan yang menerangkan bahwa banyak kebaikan dari melahirkan normal, membuat keinginan saya untuk memilih melahirkan normal sangat kuat pada kehamilan anak kedua. Sebelumnya anak pertama SC karena kepanikan dan ketidakpahaman pasangan muda kebanyakan. Saalim (anak pertama) waktu itu tidak bergerak yang hal ini mungkin dikarenakan meminum ramuan rumput fatimah. Banyak yang mengatakan bahwa ibu yang akan melahirkan sebaiknya minum ramuan rumput fathimah ketika pembukaan, namun saya malah meminumnya sebelum pembukaan, yang akhirnya berujung kepada keputusan SC. Padahal kondisi bayi menurut perasaan saya mulai membaik sesaat sebelum SC dan sudah bergerak banyak. Tapi keputusan dokter untuk SC tidak dapat dapat kami bantah. Alhasil trauma sekali dengan kelahiran pertama walaupun tidak meninggalkan luka fisik atau memburuknya keadaan fisik tapi situasi dan kondisi saat SC itu sendiri yang membuat saya tidak mau SC lagi untuk persalinan anak berikutnya.

Alhamdulillah dengan tekad itu saya berusaha membuat jarak untuk kehamilan anak kedua. Banyaknya yang berhasil VBAC dengan jarak yang dekat membuat saya semakin memotivasi diri kalau saya juga bisa VBAC, insya Allah. Saya positif hamil dengan jarak 2 tahun 3 bulan.

Khawatir dokter tidak mau mendukung saya untuk VBAC membuat saya tidak ingin mengecek kehamilan sampai usia kandungan menginjak 3 bulan. Lalu saya mencoba memberanikan untuk mencari dokter yang support VBAC. Alhamdulillah saya bertemu dengan seorang dokter yang awalnya dokter ini support dan begitu ramah, namun sayangnya ia sempat mengatakan kemungkinan bahwa panggul saya kecil dan kepastiannya bisa ditentukan saat hamil tua nanti. Saya jadi kurang yakin kalau dokter itu benar-benar mau membantu. Akhirnya pencarian dokter pun terus berlanjut hingga menemukan sebuah klinik bersalin dan dokter yang betul-betul suppot VBAC walau tetap saja rasa khawatir itu selalu ada.

Saya pun ikut group support VBAC dan terinspirasi oleh cerita Wilda untuk mensiasati kelahiran normal di rumah sakit. Saya banyak bertanya, membaca buku persalinan karya Bidan Mugy dan Wina yang Alhamdulillah banyak memberikan pencerahan tentang persalinan. Saya merasa banyak ilmu yang harus dipelajari, bukan hanya sekedar percaya pada dokter sehingga melupakan Allah. Alhamdulillah kehamilan kali ini membawa begitu banyak manfaat, semoga ke depannya semakin dekat dengan Allah.

Saya pun menyusun rencana. Plan saya adalah mengikuti cara Wilda dan berdasarkan hasil diskusi di group support VBAC untuk menunggu bukaan sampai hampir full atau sudah keluar mucus plug sebelum pergi ke klinik dokter kedua. Plan cadangan adalah ke dokter yang pertama apabila memang ada hal yang ternyata sudah diusahakan tetapi tetap harus diambil tindakan SC, karenanya saya tetap melakukan rekam administrasi untuk mempermudah proses tindakan ketika hari “H” kalau memang tindakan SC diperlukan.

H-1, kontraksi rutin sudah dirasakan dengan interval waktu sejam sekali, tapi ini belum terlalu sakit, masih kayak pegal pegal panggul saja. Semakin sore semakin rutin dan interval waktunya semakin dekat. Saya pun mulai mempersiapkan segala sesuatunya, pakaian dll untuk pergi ke klinik.

Semakin malam semakin dekat interval kontraksi nya dan sakitnya semakin terasa. Untuk mempercepat pembukaan saya naik turun tangga ketika kontraksi terasa dan jalan-jalan di dalam rumah. Sebelumnya saya sudah mempersiapkan amunisi seperti air kelapa karena air kelapa bisa membantu proses pemulihan/perbanyak air ketuban jika terjadi bocor ketuban sebelum pembukaan full. Saya juga minum minyak zaitun dan kurma rutin sebulan sebelum HPL yang bisa membantu proses persalinan. Juga saya meminum madu yaman yang mungkin ini salah satu sebab turun naik tangga semalaman plus jalan-jalan masih tetap semangat melahirkan.

Interval kontraksi sudah 7 menit sekali tapi saat itu mucus plug belum keluar. Saat itu juga sharing dan tanya-tanya ke mbak Mutiara via whatsapp apa yang harus dilakukan. Sepertinya jika tidak keluar juga maka jika interval semakin dekat maka kami harus segera ke klinik. Sembari menunggu saya mencoba untuk shalat Lail, semoga dipermudah oleh Allah. Tak lama dari itu ketika ke kamar kecil saya melihat sudah ada lendir putih bedarah yang keluar, tp masih sedikit memang. Tapi karena interval kontraksi sudah dekat sekitar 3 menit sekali maka saya memutuskan ke klinik. Waktu itu sekitar jam 2 pagi, naik motor bersama suami. Jarak klinik dari rumah sekitar 2 km lebih. Setiba di klinik ketika dicek bidannya dibilang belum bukaan ternyata. Jadi saya diminta pulang. Kami pun pulang dan menurut saya juga lebih baik pulang saja , karena walau bagaimanapun juga saa merasa lebih nyaman di rumah. Mulai dari jam itu kontraksinya semakin sakit.

Di rumah suami bilang nanti saja kita balik lagi setelah shalat subuh, waktu itu subuh sekitar jam 4:30. Memanfaatkan waktu supaya tidak habis energi ketika bersalin saya usahakan untuk tiduran, tapi ketika kontraksi terasa sakit sekali, lebih sakit dari yang sebelum sebelumnya, saya bawa naik turun tangga, goyang panggul, jalan-jalan. Sakitnya terasa sekali, tapi saya terus memotivasi diri, “Waktunya sedikit lagi sayang, sembilan bulan dah berusaha untuk mencari jalan untuk melahirkan normal, jadi harus bisa menyelesaikannya, tinggal sedikit lagi, insya Allah.”

Tiba-tiba ke sekian kalinya kontraksi ketika di kamar mandi teringat kisah maryam dan air, saya jadi punya ide untuk membasahi pinggul dengan air yang mengalir, rasanya hilang (gak kerasa) Masya Allah, lebih nyaman, jadi sambil menunggu waktu subuh setiap kontraksi datang saya berusaha bangun ke kamar mandi untuk mengalirkan air di pinggul. Suami membantu mengurut di bagian pinggul yang saya tunjuk tapi rasanya kurang kuat saking sakitnya, sampai marah-marah dengan suami *maaf ya bi*.

Ketika mau buang air kecil ternyata ada banyak lendir yang keluar. Ini membuat saya merasa waktu semakin dekat dan semakin semangat untuk bisa melahirkan normal. Akhirnya azan subuh berkumandang, suami dan saya shalat. Sambil menunggu suami saya bersiap lagi dan kami kembali ke klinik. Di klinik ketika di periksa ternyata sudah bukaan penuh! Sekitar jam 7 pagi akhirnya Alhamdulillah saya bisa melahirkan dengan normal. Rasanya senang sekali, dan ketika si kecil diletakkan di pelukan saya rasanya terharu sekali…

 

Ummu Abdurrahman Assalim

10 thoughts on “Kisah VBAC Jessi

  1. assalamualaikum bunda
    bolehkah saya masuk ke grup vbac juga?
    saya sc anak pertama karna kurang ny pengetahuan dan dokter yg spertinya condong sc..
    ingin sekali rasa ny berbagi ilmu vbac sampai tiba saat ny nanti melahirkan yg ke2
    no wa saya 08983050014

  2. Ass. momy’s sharing ya..saat ini saya tengah hamil 37 weeks anak ke2 kelahiran yg pertama saya SC dikarenakan ketuban telah hampir habis tetapi belum ada pembukaan, rencana sy ingin VBAC aja karna sc serasa begitu menyakitkan untuk saya kala itu..
    Ternyata dokter yg saya kunjungi pun mendukung keputusan saya VBAC meski jarak lahir antara anak pertama dan kedua cuma 20 bulan.
    tetapi tentu saja dengan syarat2 dr dokter yg saya kunjungi
    untuk melakukan VBAC pertama yakin kepada Allah SWT.
    ke2 kondisi ibu dan janin harus sehat.
    dan yg ke3 berat lahir si bayi harus di bawah 3kg.
    Semakin deg2an dan semoga VBAC saya berhasil.. amin ya Allah ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

  3. Assalamualaykum Bunda jessi ,ceritanya sangat menginspirasu saya jika diperbolehkan saya ingin gabung di grup yg support vbacnya,saya rencana promil anak k2 stlh sc jarak anak setahun

  4. Bunda, saya minta tolong di invite ke group vbac nya ya. Sekarang saya lg hamil 21 minggu. Ingin sekali bisa sukses vbac spt bunda. Jujur saya saat ini resah Dan takut terulang SC lg. Makanya ingin bnyk sharing dgn tmn2 vbac yg Lain. trm ksh sblmnya
    No hp saya: 085725006119
    email: ingrid.anggraita@gmail.com

  5. assalamu’alaikum, bunda saya blh ikt grupnya? saat ini saya sedang hamil anak ketiga 6 minggu setelah 2 kali sesar… minta tlg ya bunda.. jazakillah khairan

    • Bunda jessi saya ledy sdg hamil 37 week jg dan berencana vbac dikehamilan saya ygke 2.. Mengetahui banyaknya ibu2 yg sudah mengalami vbac saya jg ingin meminta saran mengenai persiapan vbac. Mohon saya diijinkan ikut grup vbac ini. No saya di 081319360452. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *