Kisah VBA2C Wina

VBA2C Wina

Alhamdulillah. Sungguh aku tidak bisa lepas dari kata syukur itu, karena tanpa pertolongan Alloh aku tidak lah akan bisa merasakan bagaimana nikmatnya jadi wanita yang melahirkan secara normal, yang selalu digembar-gemborkan kalau kita belum pernah melahirkan normal berarti belum menjadi ibu sepenuhnya. Ternyata SC maupun normal sama-sama perjuangannya, sama-sama bertaruh nyawa…

image

***

Flashback sedikit tentang kelahiran 2 anakku yang melewati persalinan melewati sc. Anak pertamaku terpaksa harus lahir di uk 39w4d karena ketubanku telah berkurang saat itu, sehingga aku pun diinduksi namun sayangnya tidak ada perkembangan. Yang ada hanya keadaan yang menjadi semakin parah dengan ditambah ketuban yang kemudian pecah. Akhirnya aku ikhlaskan diri ini untuk sc demi anak ku waktu itu. Pikirku, bisa mencoba normal setelah sc untuk yang berikutnya.

Menginjak usia anak pertama ku sudah lulus asi 2 tahun aku mencoba promil. Alhamdulillah setelah penantian 3 bulan aku dinyatakan positif hamil, tepatnya ketika bulan ramadhan. Bertekad tidak mau mengulangi kejadian yang sama, ketika kandungan menginjak 4 bulan aku mencoba mencari nakes yang support vbac namun sayangnya aku belum menemukan yang cocok di hati. Dan pada akhirnya aku kembali saja kepada dokter perempuan yang kata orang-orang support vbac. Qodarulloh ketika jelang hpl, dokter tsb mengajukan cuti panjang, atas rekomendasi teman aku pun dokter yang pernah menanganinya karena aku mendengar beliau support normal. Dan tibalah saatnya semua terjawab ketika lagi-lagi di minggu 39w2d aku divonis hal yang sama, jujur aku sedih ketika itu. Aku sudah  mulai belajar bagaimana cara mengatasi ketuban berkurang akan tetapi karena ada prosedur dari rumah sakit aku tidak bisa menolak. Akhirnya kehamilan kedua pun berakhir dengan sc lagi.

Menginjak usia 9 bulan puteriku, tiba-tiba aku mendapati darah haid yang pertanda aku sudah bisa kembali hamil lagi. Setelah itu 2 bulan berlalu dan aku merasakan perubahan di badanku, akumulai tidak mendaptkan mens dan agak merasa mual ketika jelang magrib dan memang diluar dugaan, aku syok ternyata aku kembali diberi amanah oleh Alloh. Entah aku harus bahagia atau sedih, puteri kecilku masih belum selesai asi 2 tahun penuh. Tapi Alhamdulillah aku bertemu dokter yang benar-benar mensuport pemberian asi selama hamil hingga diteruskan nanti waktu melahirkan. Akhirnya aku bisa berbahagia dengan kehamilan ini karena aku bertekad tandem ketika sudah melahirkan nanti.

Sampai dengan usia kehamilan 5 bulan aku sudah pasrah untuk sc lagi dan aku selalu menanyakan pada dokter apakah rahim ku kemarin kondisinya bagus ketika operasi ke 2 dan dokter mengatakan alhamdulillah aman dan bisa sampai 4x untuk jatah operasinya.

Tiba-tiba suatu malam aku mengobrol dengn teman yang kebetulan selesai menjalankan operasi caesar ke 3 kalinya, dia mengeluhkan bagaimana sakitnya pasca operasi itu. Aku jadi terbayang bayang lagi bagaimana rasanya setelah operasi mengalami demam dan nyeri yang membuat aku menangis untuk meminta dosis obat dinaikkan. Bagaimana nanti kalau aku harus  mengulangi di operasi yang ke 3. Aku pun berusaha mencari informasi dan beberapa teman mengatakan biasa saja, pemulihan kondisi badan cepat dengan kesimpulan ini berarti efek tiap orang berbeda dan kebetulan teman yang ku ajak curhat nyelutuk kenapa gak mencoba vba2c??? Tapi Rasanya hati ini kalau disuruh mengulang kembali memori percobaan vbac sebelumnya terbayang kembali kegagalan yang sama. Tap di sisi lain temanku itu harus disteril setelah operasi caesar yang ke 5 x nya. Hati kecilku mengatakan ingin punya banyak anak, bagaimana kalau nanti aku disuruh steril apa dampaknya dll. Pada akhirnya pikiran yang menghantui aku terjawab sudah, malam itu aku memberanikan diri membaca post soal seorang dokter yang sukses menjalankan vba3c, disitu aku menemukan secercah harapan baru dan akupun dipertemukan oleh teman dan bergabung di grup vbac yang diampu oleh pelaku yang sukses vba2c. Rasanya senang sekali, mendapatkan teman-teman dan ilmu yang tidak pernah aku tahu ketika berniat vbac di kelahiran puteri kami kedua.

Disini aku baru mengetahui bahwasanya asupan protein itu penting dan merupakan kunci dari persalinan yang sehat pasca operasi. Akupun mulai merubah asupan makanan. Aku memutuskan untuk tidak konsultasi dengan dokter lagi karena aku tahu dokter hanya menjelaskan resiko2 yang ada tanpa memberi solusi. Tak patah semangat berdasarkan masukan teman-teman alhamdulillah aku dipertemukan dengan bidan yang menurut ku tenang jika berada disampingnya dan insyaAlloh semakin dengan bertambahnya bulan semakin mantap dengan niat vba2c di rumah (homebirth). Aku niatkan kontrol ke dokter terakhir di saat usia kandungan 30w, karena aku tipe penakut dan lain-lain, rasanya aku tidak sanggup untuk mendengarkan vonis dokter yang kesannya selalu membuat ku cemas pada akhirnya.

Bulan berganti bulan dan akhirnya aku sudah mendekati hpl. Posisi janin sudah mulai masuk ke panggul walaupun belum terkunci sejak 32w. Induksi alami pun kulakukan mulai 38w. Aku juga sudah merasakan yang namanya kontraksi itu seperti apa karena selama ini aku tidak pernah merasakan sama sekali sebelumnya. “Ini toh yang namanya kontraksi itu” batinku saat itu. Perutku mengeras terutama pusar seperti papan dan disertai sensasi seperti mulas haid. pengalaman indah menurutku.

13 Desember 2015

40w, HPL pun tiba. Namun tanda2 persalinan yang nyata belum muncul juga. Aku mencoba induksi alami dengan pijat di titik akrupeasure. Lanjut disusul tanggal 17 desember akupuntur di titik akrupeasure.

19 Desember 2015

40w+6d. Alhamdulillah aku merasakan kontraksi di range 10-30 menit. Hari berikutnya ketika kontrol ke bu bidan aku dianjurkan untuk mencoba bekam, alhamdulillah interval kontraksi menjadi 10-15menit malamnya dan bertahan sampai tanggal 24 desember (41w+4d). Aku mencoba ke bidan dekat untuk kontrol dan hasilnya bukaan 1 sempit. Alhamdulillah aku bersyukur, setidaknya sudah ada bukaan walaupun masih sempit.

Sebetulnya Aku mempunyai 2 tanggal perkiraan kelahiran, berdasarkan HPHT HPL jatuh pada tanggal 13 desember sedangkan menurut usg sebelum usia kehamilanku 4 bulan (yang kata orang-orang lebih akurat) menunjukkan tanggal 23 desember. Ketika aku mulai melewati hpl berdasarkan hpht aku masih berusaha menenangkan diri walau kemudian mulai cemas ketika sudah melewati hpl yang menurut usg. Banyak yang menuntutku untuk periksa ke dokter kandungan di usia yang sudah bisa dibilang tidak aman untuk para pelaku vba2c karena lewat hpl. Aku pun mencoba konsultasi dengan teman teman tentang kegaulauan ku dan akhirnya aku kembali kepada kenyakinan bahwasannya Alloh sudah menentukan kapan sang bayi akan terlahir di dunia, kita hanya bisa pasrahkan diri kepada Alloh akan datangnya masa si bayi memberikan sinyal cintanya kepada kita.

Aku pun masih terus berusaha berikhtiyar dengan induksi alami, konsumsi nanas&durian hampir tiap hari bergantian, konsumsi protein lebih ku perketat lagi diminggu yg sudah overdue date ini, air kelapa 1 butir juga sudah menjadi menu wajib. Tambahan gamat, spirulina, evoo, susu murni, konsumsi putih telur ayam kampung 2 biji. Dan yang tak kalah penting adalah rilex dan tidak lupa untuk exercise.

1 januari 2016

42w+5d. Ketika selesai bak aku menemukan bekas darah kering yang menempel di closet dan kasur, inilah tanda yang paling dinanti-nanti, kupikir. Aku pun bergegas pergi ke bidan yang telah kupilih untuk mendampingiku vba2c dan hasilnya menunjukkan sudah mulai pembukaan 1 longgar, alhamdulillah ada kemajuan dari sempit ke longgar.

2 Januari 2016

42w+6d. Mulesnya makin berasa dan dari tanggal 30 desember alhamdulillah aku sudah bisa merasakan tidur malam yang nyenyak, aku berusaha embost supaya  badan cepat fit. Aku pun kemudian putuskan untuk menyetorkan hasil kontraksi timernya ke bubid karena mendapatkan mules yang stabil 5-10menit. Tibalah waktu subuh aku telepon asisten bu bidan untuk datang karena bu bidan sedang keluar kota yang insyaAlloh sudah dalam perjalanan pulabg. Hasil vt smenunjukkan 2 longgar. Rasa mulas pun mengalami peningkatan. Aku masih berusaha muter di bola, tapi ketika kontraksi datang aku malah gak kuat. Ketika hari mulai sore asisten mengecek lagi sudah nambah ke bukaan 3 longgar, alhamdulillah ada perkembangan :).

4Januari 2016

43w+1d. Senin dini hari aku merasakan mulas yang makin bertambah2, ada sensasi tersendiri seperti panas di anus, nyeri di paha bawah. Karena takut hari ini launchingnya aku pun meminta bu bidan untuk datang. Alhamdulillah akhirnya bidan datang, dicek pembukaan 4 menuju 5, namun  ditunggu hingga siang belum ada kemajuan lagi. Bu bidan ijin menengok pasien satunya yang kebetulan juga sama mau lahiran di tempat lain. Tepatnya jam 10 malam terasa mulas yang tak berjeda, rasanya sampai pingin mengejan. Langsung asisten bu bidan yang menemaniku menyiapkan under pad, aku disuruh cari posisi yang senyaman mungkin. Aku berusaha menaahan sensasi mengejan dengan mengeluarkan suara lewat  mulut  “ciiiiis…”. Kadang bisa ditahan dan kadang kelewat teriak sesekali.

5 Januari 2016

43w+2d. Selasa pagi tepatnya pas subuh tiba-tiba saat menahan rasa ingin mengejan dengan nafas “ciiiiis” keluar air ketuban byar… Beda dengan bunyi “pop” saat ketuban pecah waktu gagal induksi di persalnan pertama. Saya sampai bertanya apakah banyak atau sedikit yang keluar, asisten bu bidan memberi tahu sedikit, namun sensasi ingin mengejan pun makin menjadi.

Entah apa yang terjadi sampai jam 8 tidak ada kemajuan bukaan sama sekali, ada rasa ingin mengejan tapi bayi tidak turun juga. Bu bidan yang kebetulan sudah sampai memberikan solusi untuk dirujuk ke rumah sakit. Jujur aku bingung. hatiku sedih, bingung, galau, badan pun sudah tidak fit karena lima hari lima malam selali menahan kesakitan. Walau demikian saat jeda kontraksi aku memejamkan mata.  Rasanya mau pasrah kalau opsinya harus kembali operasi. Aku benar-benar blank, saat ditanya bu bidan pun aku  sudah tidak  fokus sampai  disuruh menangis pun aku  tak bisa, tapi bu bidan terus menyemangatiku insyaAlloh bisa normal. Kupasrahkan semua kepada Alloh dan aku berusaha menerima kenyataan takdir ini kalau sudah digariskan kembali untuk operasi.

Suami menyiapkan baju ku dan anak-anak lalu segera kita berangkat ke rs rujukan bidan. Dengan jarak tempuh sekitar 1 jam 20 menit normal tidak macet. MasyaAlloh ujian datang lagi, ternyata sedang mancet parah. Aku brusaha nafas dengan “ciiis…” Tapi susah. Jadilah suami menyupir sambil tegang lihat istrinya teriak2 kesakitan. Sampai kami sempat diberhentikan polisi karena melanggar lalu lintas, alhamdulillah begitu polisi tahu ada yang mau melahirkan beliau langsung menyuruh kami lewat saja.

Jam 1 siang akhirnya kami sampai di rs yang dimaksud, aku dibawa ke ugd dengan bed dorong. Sambil ditemani bu bidan dan asisten aku diperiksa, ternyata bukaan 9 dengan parsio 10%. Kemudian aku dipasangkan infus dan di ctg detak jantung, hasilnya bagus. Aku selalu diingatkan untuk selalu ambil nafas buang nafas secara rilexs agar hasil ctg selalu bagus. Kemudian aku disuruh bak… Nah dari 3 hari yang lalu aku sudah tidak bisa bak. Sempat aku curiga apa ini penyebabnya, aku pun minta pakai keteter dan hasilnya bak lancar dan banyak sekali. Begitu selesai bak di cek alhamdulillah bukaan 10 lengkap.

Akupun dibawa ke ruang bersalin, dokter datang mengecek, aku disuruh mencoba mengejan. Namun saat mengejan ternyata aku tidak bisa membuat kepala bayi turun, hanya kaput saja. Dokter bilang kalau aku kemungkinan tidak bisa mengejan denga posisi tidur karena paha ku banyak lemak. Jadi mau diobeservasi dulu jalan lahiran dengan posisi jongkok, kalau  aku tidak bisa menurunkan bayi dengan posisi jongkok dalam waktu 1 jam kita bicarakan lebih lanjut lagi (sepintas aku denger sc).

Aku pun coba jongkok menunggu kontraksi, beberapa kali terasa anus panas berasa ada sesuatu besar yang mendorong, tapi ketika diintip bu bidan masih belum kelihatan. Berulang kali aku berusaha ngedan belum ada kemajuan juga. AKu kelelahan karena selama 3 hari ini kurang makan, minum dan tidur. Aku lihat jam makin dekat batas yang ditentuin. Kontraksiku malah kabur gak datang-datang. Aku bilang ke bu bidan supaya misal darurat aku mau coba divakum dulu sebelum opsi operasi diberikan. Bu bidan tetap menyemangatiku supaya berpikir positif agar kontraksi teratur dan nanti coba dilobi lagi. Aku sempatkan minum teh manis seteguk, aku teringat mengejan posisi all four tapi tidak sukses karena tidak bawa bola pilates.

Suster masuk mengecek kemajuan dan ternyata sudah mulai turun, tapi menurut bu bidan belum terlihat mekar. Aku teringat posisi paling nyaman dengan bersandar setengah duduk, ketika kesempatan kontraksi datang aku berusaha mengejan sekuat tenaga. Beberapa kali ku ulangi, “Sudah mulai kelihatan kepala.” kata bu bidan. Alhamdulillah ya Rabbi. Dokter kebetulan masuk dan melihat kejadian itu namun tiba-tiba kepala bayi masuk lagi. Aku coba mengejan lagi dan kepala bayi keluar lagi, tangan dokter menahan premium supaya tidak balik lagi posisi bayinya. Akupun merasakan kepala bayi saya keluar masuk. Dokter bilang kalau disobek pasti langsung keluar ini, tapi dokter bukanlah orang yang suka bikin sobekan sengaja, dia memanggil bidan senior yang menurut beliau bidan ini punya insting yang tajam bisa lihat dia punya tingkat elastisitas yang bagus tidak. Ketika aku mengejan lagi tangan dokter menahan kepala, bu bidan tersenyum “Sudah keluar.” Aku tidak percaya karena tidak bisa melihat, tertutup perut. Dokterpun menyuruh ku memegang kepala bayinya, aku mencoba bangun dan memegang hitam-hitam di bawah sana. Kaget karena ada benda yang terasa lembut dan ketika ku tengok Subhanalloh… Ternyata itu memang kepala bayi!

Aku langsung kembali bersemangat, mengejan ke dua leher dan bahu keluar, aku disuruh berhenti mengejan dulu karena ternyata tangan si bayi kelilit tali pusar kencang di leher. Begitu lepas aku disuruh mengejan lagi dan syuuurrr.. keluarlah badan si adek. Alhamdulillah.

Rasanya bingung gak bisa menangis gak bisa ketawa, hanya bisa berucap hamdallah saja menatap bayiku sambil IMD dan plasenta dikeluarkan. Walaupun jahitan sampai bintang lima dilakukan dokter tapi tidak begitu terasa dibandingkan perasaanku yang luar biasa.

Benar-benar aku tidak lepas dari kata hamdalah dan berterimakasih kepada para nakes yang membantu. Tanpa pertolongan Alloh saya tidak akan mampu.

Semangat teman-teman yang sedang dalam perjuangan ❤

Wina

45 thoughts on “Kisah VBA2C Wina

  1. Karena satu dan lain hal, terutama keterbatasan waktu dan kemampuan, ini akan menjadi pesan terakhir di kisah ini. Selanjutnya Sila para ibu yang memiliki akun FB untuk bergabung di Page VBAC Tanya Saya. Insya Allah di sana lebih banyak informasi sputar VBAC. Ketemu di sana ya…

  2. Mba…. Bs tlg masykkin sy di grup vba2c?? Krna skrg sy sedang hamil 8minggu…
    Sebelymnya sama sprti mba 2xmelahirkan dg sc.

    Tdi sy coba checkup k bidan tp bidan menolak utk normal. Katanya sdh 2xsc jd mrka tdk mau ambil resiko.. Pdhal jarak kehamilan ke3ini 5thn psca sc ke2…
    Sedihhhh hati…
    Ni no. Hp sy utk dimasukkan ke grup : 0822.1318.0107

    Makasih yah mba..

  3. Mb wina salam kenal. Setelah baca kisah mb. Sy tersuport untuk vb2ac. Bolehkah sy dimasukan ke group wa vb2ac? No.hp 0813 8351 9504. Tlg di follow up ya mb.trm ksh

  4. Masya Allah…smpe muless bacanya, kebayang gimana rasa sakitnya, trharu sekali mba..Baarakallah 😉
    Semoga dikehamilan berikutnya sy juga bisa lahiran normal..VBA2C….Aamiin.

  5. Sy sedang berjuang untuk vb2c jg, mohon bantuannya untuk dmasukan ke dalam group no hp +601139835027. Trmh kasih bnyk

  6. mbak bisa bantu saya masukin ke group? 082138117125…. saya pengen VBA2C….. need supports….maksih mbak…

  7. mba bole dimasukkan kedalam grup no wa saya 082221595848, sy juga sedang berupaya untuk vbac, terimakasih

  8. Assalamu’alaikum…
    InsyAllah saya jg ingin sekali vbac, hari ini usia kandungan saya 40w 1d

    Sdh mulai cemas jg…
    Tolong masukan saya ke grup WA ya mbk,,,

    Saya butuh dukungan
    088211345587

  9. MasyaAllah terharu,, saya ingin sekali melahirkan normal pasca sc 2 x, bisa saya bergabung di grup wa vbac mba.. 082188564770. Semoga Allah membalas kebaikannya…

  10. kisahnya sungguh subhaanallah,,smpe nangiss,mb bisa mnta tlg masukin ke grupnya mbk,sy hamil 35 pngn vbac juga,,081225885010

  11. Subhanallah…jd semangat jg buat vb2ac Setelan baca perjuangan Ibu…kalo berkenan bisa masukkan sy di grup Nya jg??nope sy 085242280000

  12. Subhanallah..baca kisahnya jd semangat jg buat vb2ac..mohon masukkan sy di grup nya yah Mba..ini nope saya 085242280000

  13. Ya Allah sampe nangis saya bacanya, semoga di kehamilan kedua ini saya bs normal setelah sebelumnya SC jaraknya belum 2th jg.

  14. Maa Syaa Allah…smpe gk bisa nahan liinangan air mata, trharu sekali mba..BaarakalLaah 😉
    Semoga dikehamilan berikutnya sy juga bisa lahiran normal..Aamiin.

  15. mb saya juga mau dimasukkan ke grup, saya lagi hamil 7 bulan anak ke2,ingin vbac juga, ini no wa saya 085708637167

  16. maa sya Allah, sampai nangis bacanya. skrg sy lg hamil 35 minggu, anak ke 4 setelah 2x SC (anak ke 2 dan ke 3). pengen sekali bisa vb2ac. kalo boleh dimasukkan digrup wa nya, pengen bisa sharing. no. hp 085395595349.
    jazakillaah bi ahsanil jaza’

  17. Kisahmu membuat terharu & memotivasiku utk melakukan hal yg sama. Tolong di invite mb ke grup wa vbac. Aku hmil 8bln jln. Udah 2 x sesar. Mb mohon dibantu mb.. Ini no wa sy 088802325565
    Cara biar g terjdi robek rahim jrak hmil sy anak ke 3. 1,5 thn.. Mksh mb

  18. Assalamualaikum,
    Saya ingin sekali vbac di kehamilan ke 2 ini.
    Boleh minta gabung di grup nya mba.
    Ini wa saya, 082122788586 terimakasih

  19. saya mau donk mba bergabung di grup vbac nya, saya ssdang hamil 4 bln jalan 5 bln, kehamilan ke tiga setelah 2 kali caesar, suka berhayal bs lahir normal… 😢

  20. Subhanalloh sampe nangis bacanya,boleh ikut gabung di grup wa vbac?saya juga berniat vbac di kehamilan kedua ini 32 week,nomer saya 081904207770

  21. Subhaanallaah…kisahnya membuat sy termotivasi tuk hamil lagi setelah 3xsec..dan sy pengen punya anak cewek, karena saya sudah punya 3 anak cowok,..mohon pencerahannya y mba tentang vbac, dan saya mohon dimasukkan k wa nya y mba, ini no saya 081266973728
    terima kasih

  22. Assalamualaikum mba…saya lg hamil anak ke 4 ..anak pertama normal tp yg ke 2 dan 3 nya Sc mbs…rencana nya saya ingin vba2c …kl boleh sya ingin gabung di grup WA nya mba…ini no hp saya 085624704000

  23. Assalamualaikum
    Bner2 terharu bacanyaa..
    Jadi semangat untuk VBAC…boleh yaa aku masuk ke group nya?
    Gimana caranya?

  24. Subhanallah mbaaa perjuangannya.. Semoga anak ke 2 ini saya bisa vbac..kalau boleh saya mau bergabung di grup wa vbac.ini no saya 0818130604.terimakasih

  25. Assalamu’alaikum mba wina. Boleh gk aku masuk di grup wa vbac. Smentara lg nyari bidan/dokter yg suport vbac ku nanti. Ingin belajar lebih bnyak lg tntang vbac.boleh minta no hp nya mba.

  26. Masya Allah, semakin mantap vbac, mohon di invite ke grup vbac mba, sy dg menanti kelahiran anak ke-2 Uk 24w saat ini ^^ trmksh
    085224165678

  27. Subhanallah, semakin mantap vbac, mohon di invite ke grup vbac mba, sy dg menanti kelahiran anak ke-2 Uk 24w saat ini ^^ trmksh
    085224165678

  28. pengen nangis bacanya… saat ini saya menantikan kelahiran anak kedua saya, dan berencana VBAC juga
    pengen gabungan d grup WA, no hp saya 082331494339

  29. subhanallah kisahnya.. mbak sy boleh dimasukkan ke grup wa vbac gak mbak? no hp. 085246900093
    terima kasih sebelumnya,

  30. subhanallah terkesan dgn kisahnya ,,
    saya sdg hamil 7bln anak ke3 pngen vbac stlh 7 thn yg lalu SC,,,klo anak pertama normal
    boleh gak sy jg dimasukkan ke grup wa nya mba

  31. Mbak Boleh tau posisi dimana ya?
    Aku lagi promil dan rencananya pengen banget VBA2C tapi smp skrg blm nemu dokter or RS yang pro.
    Posisiku di Kebon Jeruk Jakarta Barat

  32. Asw. Mba, bisa masukkan saya ke grup WA vbac gak? Saya lg hamil 4,5 bln anak ke-3. Sc anak ke-2 bln februari 2011. Pengen anak ke-3 bisa normal. Hp: 081366382563

Comments are closed.