Kisah VBA2C Susi

My Journey of VBA2C (Vaginal Birth After 2Secarean) Yess…I Can Do It…Alhamdulillah

Subhanallah….tiap kali saya mengingat proses persalinan putri ketigaku tanggal 30 Maret 2014 beberapa hari yang lalu, saat itu pula air mata haru mengalir dipelupuk mata, sebuah persalinan yang selama 9bulan ini saya impi impikan dan saya perjuangkan dengan segenap usaha dan ikhtiar semampu saya, dan dengan kepasrahan maksimal pula saya serahkan kepada Allah swt bagaimana akhir ceritanya, karena hanya Allah swt pembuat skenario terbaik untuk setiap hambaNYA.

Pagi itu sabtu tanggal 29 maret jam 03.00 setelah di VT (Vaginal touch) hasilnya pembukaan 5 padahal kontraksi mulai intens dari hari kamis, supaya kontraksi makin intens dan kuat akhirnya bidan meminta saya untuk terus bergerak diatas birthingball makin kuat makin intens dan tentunya makin sakit kontraksinya, leader dari tim nakes sudah menginstruksikan assistennya untuk memasak air panas dan menyiapkan air hangat di kolam. Semua orang bergerak sesuai tugasnya masing2, rasa bahagia akan segera bertemu dengan si adek membuat saya makin semangat bergerak tak peduli dengan kondisi yang sudah 2hari tidak tidur, keringat terus mengalir semua doa dan harapan tak putus kuucapkan agar persalinan ini mudah dan lancar. Tak lama kemudian terdengar suara adzan subuh berkumandang dari masjid terdekat, satu persatu tim nakes yang terdiri dari 4 orang bergantian sholat subu, suami juga minta ijin untuk sholat dulu tapi saya bilang sholatnya dirumah aja ya jangan di masjid hehehehe…takut nanti bayinya keburu lahir dan ayahnya ga bisa menyaksikan.

Setelah semua orang sholat subuh dan kolam yang berisi air hangat sudah siap, dengan berdoa bersama sama dan diiringi bacaan ayat suci alquran dari salahsatu bidan bismillahhirrahmaanirrahiiiim…..laa haulawala quwwataillabillahhil aliyiladzim…Ya Rabb mudahkan persalinanku lalu dengan bantuan suami dan bidan saya masuk kekolam air hangat…nyeeeeesssss….subhanallah nikmaaat sekali, rasa sakit sangat berkurang terutama didaerah pinggang,” cari posisi yang nyaman ya mbak susi” ucap bidan. Saya ikuti insting yang menuntunku kadang ingin jongkok, merangkak, nungging atau bersandar di pinggir kolam, suami yang ada dipinggir kolam terus memberikan pijatan di bahu, menyirami punggungku dengan air hangat, memberikan minum air madu, kadang jus kurma bergantian dengan air putih dan sesekali menciumiku untuk memancing hormon oksitosin yang berfungsi memperlancar proses persalinan (love u full deh yah :D) saya tau ini tak mudah buat dia apalagi ada 4 orang lain yang menyaksikan persalinan ini xixixixixi…kak nayya dan kak nadaa yang terbangun pun ikut serta mengusap keringat wajah bundanya dengan handuk dan bergantian menyiram air hangat di punggung. Hampir sejam berendam air hangat sensasi mengejan sudah mulai kurasakan, perlahan lahan kepala bayi mulai turun, bidan memintaku untuk memasukkan tanganku dan merasakan kepalanya yang sudah dipintu, subhanallaahh….membuat saya makin semangat untuk bergerak agar kepala bayi makin mudah keluar, lumayan lama proses ini hampir satu jam bayi tak kunjung meluncur, saya mulai kelelahan dan memeluk pinggiran kolam sambil menggenggam tangan suami yang ada dipinggir kolam, saya mulai menangis sambil berucap “capek yah” dan sambil menciumi saya dia berbisik “ikhlaskan rasa sakitnya ya nda, bunda kuat sebentar lagi adek akan lahir” ooooh…suntikan semangat itu membuatku kembali mengumpulkan tenaga dan ketika ada sensasi untuk mengejan dan dorongan dari bayi saya pun ikuti untuk mengejan, sambil berbisik suami bilang “kepalanya sudah kelihatan nda, yuk dikit lagi” dan sekali lagi mengejan lahirlah dengan sempurna seluruh tubuh bayiku, bidan lalu mengangkat bayi dan meletakkannya didadaku. Subhanallah…alhamdulillaaah..Allahuakbar terimakasih Allah sambil menangis tergugu dan memeluk bayiku didada, rasa sakit itu berganti dengan rasa bahagia yang begitu besar, suamiku memelukku dari belakang sambil mengusap bayiku dan kami pun menangis bersama, tak tergambarkan rasa bahagia itu, Tepat pukul 07.14 lahirlah anak ketigaku dengan berat 3,7kg dan panjang 52cm ditempat yang paling nyaman dirumah yaitu dikamarnya sendiri. Ilmpian indah tentang persalinan yang selama ini kuimpikan dan kuperjuangkan….Atas ijin Allah swt semua terwujud sesuai harapan, I HAVE MY OWN BIRTH “Adine Nataya Salima” my baby’s girl name.

image

Persalinanku kali ini tak ada tindakan infus, kateter,tak lagi masuk ruang operasi yang terang benderang dengan lampu2 super besar, tak ada tangisan bayi yang melengking dan yang sangat kusyukuri tak ada rasa menggigil selama berjam jam di ruang intensif pasca operasi, 4tahun yang lalu ketika melahirkan nayya saya hampir 5jam di ruang intensif kata suster yang merawat saya kondisi saya saat itu kritis dan keluarga tidak diijinkan masuk sebelum kondisi saya stabil. Saya berjuang sendiri sambil terus menggigil kedinginan, ooooh inikah yang namanya sakratulmaut? wajah anak pertamaku yang dirumah hadir didepan mata, bergantian dengan wajah suami yang menunggu diluar, lalu wajah bayi yang baru saja kulahirkan dan belum kuingat dengan jelas silih berganti hadir dipelupuk mata namun hal itu menumbuhkan semangatku untuk berjuang dan tidak menyerah dengan kondisiku saat itu, entah apa yang terjadi saat itu suster menyuntikkanku obat yang kedua kalinya dan perlahan lahan tubuhku mulai terasa hangat dari ujung kaki lalu naik naik sampai seluruh tubuh terasa hangat dan kondisiku stabil. Itulah…kondisi yang membuat saya ingin sekali melahirkan secara normal alami. Trauma yang pernah saya alami membuat saya berjuang untuk mewujudkan VBA2C ini.

Februari tahun 2010 saya kehilangan sahabat sekaligus teman saya karena post SC yang ke3 informasi dari suaminya karena perdarahan yang sulit dihentikan, lalu oktober 2013 saya kembali menangis karena kehilangan sahabat masa kecil saya meninggal pasca SC anak ke4 dengan diagnosa yang hampir sama, dan bulan februari tahun 2014 saya kehilangan tetangga dan teman pasca SC anak pertama. Ya Allah…jadikan ketiga sahabat saya yang telah Engkau panggil menjadi syahidah sejati dan KAU tempatkan mereka di Jannah MU…Aaamiiiin

Jika orang jawa bilang kalo kehamilan anak ketiga itu pasti “ngedeking” alias banyak keluhan, dari awal kehamilan saya hilangkan mindset itu, walaupun memang dikehamilan ketiga ini di usia 17minggu saya mengalami sciatica atau nyeri panggul yang membuat saya harus menyeret kaki kanan ketika berjalan dan fisioterapi selama 6hari ke Rumah Sakit, Sciatica sembuh datang cobaan lagi yaitu SPD (Symphibis Pubis Disfunction) diusia 20minggu kehamilan dan menetap sampai proses melahirkan kemarin yang membuat saya sulit bergerak terutama ketika merubah posisi tidur dan aktivitas sehari2. Bahkan SPD ini masih saya rasakan sampai sekarang walopun sudah sangat berkurang.

Trauma pasca SC anak kedua dan kehilangan tiga sahabat saya adalah motivasi saya untuk terus mengupayakan persalian normal anak ketigaku, saya ngotot belajar tentang vbac melalui berbagai sumber di internet, web international cesarean awarness network, spinningbabies, GBUS, Bidankita dan web lain, berkenalan dan sharing dari pelaku vba2c yang telah berhasil dan meniru kunci suksesnya, nutrisi sangat berperan dalam keberhasilan vbac, begitu juga exercise yang rutin saya lakukan dan yang terakhir adalah kepsarahan bahwa sebagai manusia saya akan lakukan semaksimal mungkin namun disisi lain berserah diri bahwa Allah akan berikan jalan terbaik untuk saya.

Semoga tulisan ini memberikan semangat dan pembelajaran untuk siapa saja yang ingin melakukan vbac.

Susilawati

***

Seperti dipost di https://www.facebook.com/notes/susilawati/my-journey-of-vba2c-vaginal-birth-after-2secarean-yessi-can-do-italhamdulillah/695116630552141?pnref=lhc

One thought on “Kisah VBA2C Susi

  1. Alhamdulillah saya sangat terinspirasi dengan cerita vba2c mbak Susi..sy skrg hamil anak ketiga setelah 2x SC.. Dan ingin ketiga ini normal sy trauma sm SC, minta dukunganny y mbak Susi..ini nmr kontak person sy 081326121090

Comments are closed.