Kisah VBA2C Hani

Cerita VBA2C Hani

Subhanallah rasanya senang sekali meskipun mendapat jahit obras. Saya dan suami pun mengucap syukur alhamdulillah karena bisa sukses VBA2C.

image

***

Kehamilan yang ketiga kali ini saya berniat untuk melahirkan normal setelah sebelumnya 2x sc. Saya berniat untuk melahirkan normal bukan karena menganggap SC itu belum menjadi ibu sepenuhnya tapi lebih pada pertimbangan manfaat maupun kerugian pada masing-masing proses persalinan tersebut dan diperkuat oleh adanya dalil dalam Al Quran bahwasannya Allah lah yang mengeluarkan bayi dari perut ibunya (surat an nahl ayat 78 Allah yg mengeluarkan kamu dari perut ibumu) . Saya pun menghubungi Bidan X yg berdomisili di Tangerang karena pernah satu grup whatsapp dengan beliau. Tapi karena pertimbangan agak jauh dari rumah, saya tidak jadi kesana dan mencari nakes yg di depok saja.
Selama dalam masa pencarian nakes tersebut saya berusaha mencari tau tentang VBAC lewat grup FB maupun mencari lewat Google. Saya juga membeli buku tentang kehamilan dan persalinan. Hingga usia kehamilan sudah 5 bulanan saya belum juga menemukan nakes yang mau menolong saya untuk VBA2C, saya pun teringat inbox seorang teman yg dulu pernah menyarankan bidan yang rumahnya lumayan dekat dengan saya (Jazakillah khoir ya Shar). โ€จSaya pun mencari nomor yang bisa dihubungi dan langsung menghubungi beliau untuk konsultasi. Ternyata beliau sedang sakit dan kemungkinan tidak bisa membantu saya, lalu beliau mengarahkan saya ke teman beliau (Mba X) yang bisa membantu saya. Saat itu umur kehamilan sudah 20-an minggu lebih.
Saya pun membuat janji dengan Mba X untuk datang ke kliniknya, tapi ternyata anak-anak tidur di waktu yang dijadwalkan sehingga saya membatalkan janji dan membuat janji lagi di lain waktu. Sementara belum bisa bertemu langsung saya pun berkonsultasi via whatsapp menceritakan riwayat kehamilan saya yg sebelumnya. Dan jawaban-jawaban dari Mba X sangat membuat saya yakin kalo ini lah nakes yg saya cari. Alhamdulillah saya merasa lega.
Qodarullah juga tidak lama kemudian Mba Dea membuka kelas Amani Birth di dekat sekolah anak, saya pun berencana belajar Amani Birth sambil menunggu anak pulang sekolah. Kebetulan tetangga cluster juga mengajak untuk ikut kelas Amani Birth juga di tempat yg lebih dekat dari rumah. Saya pun memutuskan untuk ikut kelas Amani Birth yang lebih dekat dengan rumah. Setiap seminggu sekali saya mengikuti kelas ini dan Alhamdulillah banyak ilmu mengenai kehamilan dan persalinan yang selama ini saya buta membuat saya menjadi tau dan ber-“Ooo…” Alhamdulillah, saya merasa kalau langkah vba2c saya mendapatkan jalan yang mudah.
Di kelas ini saya bisa tahu tanda-tanda persalinan seperti apa, bagaimana prosesnya, makanan apa saja yg harus dikonsumsi untuk ibu hamil sehingga memenuhi nutrisi bagi ibu maupun janin yang nanti akan sangat membantu dalam proses persalinan juga, latihan-latihan apa saja yang perlu dilakukan agar tubuh siap melaksanakan tugasnya kala persalianan, dan masih banyak lagi. Selain ikut kelas ini, saya pun bergabung dengan grup Whatsapp ibu-ibu yang sudah sukses VBAC maupun berencana akan VBAC. Di dalam grup ini kami berbagi cerita sukses VBAC, saling memberi semangat dan berbagi pengetahuan mengenai kehamilan dan persalinan untuk sukses VBAC.
Karena suami hanya bisa mengantar di waktu weekend dan seringnya di waktu weekend biasanya ada saja agenda lain saya ke bidan hanya 2x. Menginjak usia kehamilan 37 minggu kelas Amani Alhamdulillah sudah selesai dan saya pun sudah mulai merasakan ada kontraksi ketika malam. Mulai usia kehamilan 37 ini saya juga mulai mencari nanas dan durian sebagai induksi alami, saya pun minta suami dibelikan nanas dan terkadang pancake durian, qodarullah buah durian yang dicari tak kunjung dapat karena tidak sedang musimnya. Tak ada durian, pancakenya pun jadi.
Hari itu hari sabtu, tanggal 24 oktober (usia kehamilan 39w+3d) saya memutuskan untuk ke dokter hanya sekedar ingin tahu status ketuban karena sudah beberapa hari saya menduga ada ketuban yg rembes dan kontraksi sudah agak sering. Karena saya berencana melahirkan di rumah saya pun menghindari rumah sakit dekat rumah tempat biasanya saya periksa. Kalau ke sana khawatir disuruh sc dan tidak bisa menolak. Sebenarnya saya ingin waterbirth juga tapi karena sedang krisis air jadi saya urungkan dulu niatnya, yang penting bisa normal dulu, insya Allah.
Menurut pemeriksaan USG saya hari itu, BBJ 2,8 kg dan ketuban sudah sedikit sekali. Karena dokternya tahu saya sudah SC 2x ia pun menyarankan untuk segera menentukan tanggal operasi dan tidak menunggu kontraksi. Saya hanya mengiyakan sambil tersenyum.
Malam harinya kontraksi intens setiap 15 menit sekali saya rasakan sehingga tidak bisa tidur. Tetapi saya ragu untuk menghubungi Bidan X karena takut ini kontraksi palsu dan akan menghilang lagi keesokan harinya. Lewat tengah malam pun saya belum bisa tidur dan masih menikmati kontraksi setiap 15 menit. Akhirnya saya putuskan untuk Whatsapp Bidan X sekedar bilang, “Semalaman gak bisa tidur krn dah kontraksi terus. Kaki pinggang dan punggung juga pegal. Tp mucus plug blm keluar. Ketika kontraksi datang, sebaiknya saya gmn y? Untuk mengurangi rasa sakitnya? Krn kl pas lg tdr semua jd tegang.”
Karena Bidan X belum balas juga (saya Whatsapp pagi buta sebelum subuh) saya pun kembali whatsapp “kontraksi setiap 5 menit sekali”. Alhamdulillah tidak lama kemudian dibalas “Pas kontraksi datang bisa jalan kaki, muter di bola, goyang inul.. Trs sambil di kendor2 kan telapak kaki ky pas pendinginan gerakan olahraga biar gak tegang. 5 menit sekali sejak kpn mb hani?”
Menjelang subuh saya bangunkan suami dan bilang sepertinya nanti saya gak kuat jaga anak-anak. Kontraksi sudah makin sering dan sakit sekali tidak bisa dialihkan lagi. Sedangkan suami biasanya habis subuh ada kajian bapak-bapak sampai jam 7pagi. Saya pun memintanya segera pulang, tapi ternyata ada tugas presentasi dan suami pun berjanji segera pulang habis presentasi. Saya berdoa semoga anak anak tidak bangun dulu sebelum abinya pulang. Namun ternyata Allah berkehendak lain, Mu’adz (21bulan) bangun sebelum abinya pulang. Saya pun memberi kabar ke suami kalau Mu’adz sudah bangun dan memintanya segera pulang.
Sementara Bidan X ternyata masih di rumah pasien yang sudah kontraksi sejak kemaren (homebirth). Karena kontraksi saya intens dan tidak menghilang lagi atau memanjang bahkan menjadi lebih cepat, 2 menit sekali, Bidan X pun segera bersiap-siap ke rumah. Saya pun udah tidak kuat kemana mana, hanya di kasur sambil menikmati kontraksi. Setiap kontraksi datang saya memanggil suami minta dipeluk, ternyata Alhamdulillah bisa mengurangi rasa sakit dan menjadi lebih tenang. (Terimakasih ya pak suami, sudah menemani sambil momong bocah-bocah lari kesana kemari).
Terus terang saya berharap Bidan X juga segera datang sehingga bisa membimbing saya, saya bingung apa yang mesti dilakukan. Jam 9 an saya pun menelponnya lagi, memberi kabar kalau ketuban sudah pecah. Saat itu Bidan X masih dalam perjalanan. Sekitar jam setengah 10 an akhirnya Bidan X sampai di rumah dan memeriksa sudah bukaan 6. Saya masih kesulitan antara mengatur nafas dan menahan sakitnya kontraksi maupun menahan keinginan untuk mengejan. Dan ternyata ketuban belum pecah, yang tadi saya kira ketuban adalah mucus plug (lendir yg menutup jalan lahir). Bidan X pun berkali kali mengingatkan cara mengatur nafas dan rileks yang benar dan berkali kali pula saya salah melakukannya. Wes pokoknya semua teori yang sudah dibaca hilang semua, di sinilah pentingnya pendamping persalinan yang mengingatkan agar kita bisa tenang dan tidak kekurangan cairan. Alhamdulillah suami menjadi pendamping yang baik, di sela-sela kontraksi suami menyuapi kurma, air madu maupun makan. Untuk makan ini saya agak malas jadi hanya beberapa suapan saja.
Saya yang sejak pagi tiduran dengan bersandar bantal merasa pegal dari pinggang ke bawah. Saya pun merubah rubah posisi all four position, maupun jongkok. Tetap saja, rasanya pegal, tidak ada yang nyaman. Namun Alhamdulillah bukaan pun bertambah dan akhirnya ketuban pecah dan bukaan pun lengkap. Ketuban yang dibilang dokter sudah sedikit sekali ternyata masih banyak. Tibalah saatnya saya boleh mengejan ketika kontraksi datang. Setelah berkali-kali mengejan akhirnya kepala bayi pun keluar dan ternyata ada 1 lilitan di lehernya. Bidan X pun melepas lilitan pada lehernya dan Alhamdulillah akhirnya bayi lahir seluruhnya pukul 12.40 dengan BB 3,7 kg dan panjang 50 cm (padahal dari USG kemarin 2,8 kg).

Sungguh tiada daya dan upaya kecuali karena izin Allah.

Hani

*Baca juga kisah VBA2C ini dari sudut pandang suami saya diย sini

 

16 thoughts on “Kisah VBA2C Hani

  1. Sy juga ingin gabung di grup VB2AC ini.nomor hp saya 081326121090..oh ya Alhamdulillah sy sudah dapet dokter yg pro normal di Tangsel namany Dr.Riyana Kadarsari beliau praktek di RSIA Hermina Ciputat.. insya Allah sy ingin mencoba vB2 AC setelah 2x SC

  2. Minta alamat bidan yang menolong mbak Hani ya…sy kebetulan tinggal di Tangsek..sy pgn.anak ketiga ini normal setelah 2x sesar.klu ingin gabung grub Vb2AC gimana ya..ini nmr hp saya minta di add 081326121090

  3. Assalamualaikum..maaf mba klw boleh saya minta kontaknya bidan x yg d tangerang. Dan ni no hp saya 083876782626

    • Mba hani, boleh sy minta alamat atau no telp dr bidan tangerang yg bs bantu vbac?
      dan ingin sekali bs masuk grup wa vbac, mungkin mba hani bs bantu
      Besar harapan dapat balasan dr mba hani (salah satu ikhtiar vbac)
      Bisa line saya di birulgendis.
      Terimakasih jika berkenan membalas

  4. Salam kenal mba hani… saya evi dengan kehamilan 16 W, kalau boleh tau bidan yg membantu mba itu beralamat dmn ya? Saya tinggal di depok..

  5. Aslmkum mbak, anak saya umrnya 4 thn lahir sc karena gawat janin. Saya inginnya nambah anak 2 thn lg, tpi saya bingung krna suami uda pengen nambah. mau lepas KB masih ragu, takut kalo lepas KB langsung hamil, krna saya pengen melahirkan normal biar penyembuhan lukanya cepat. Gmna ya apa saya turuti kata suami atau tetap pake KB? mohon sarannya mbak…Terima kasih…

  6. Assalamu’alaikum mbak..
    Subhanallah, terharu baca ceritanya.. Selamat ya mbak.. Oya mbak klo ingin gabung di group whatsapp vbac itu caranya gmn? Sy ingin bgt bs mlahirkan normal anak kdua ini. Klo blh sy minta no hp adminnya ya mbak utk group vbac td, jazaakillah khair.. ๐Ÿ™‚

  7. Assalamualaikum…salam kenal.aq pingin bgt mb vba2c.minta alamat bidanny.no tlp untuk wa.terima kasih.sangat mengispirasi dan buat aq smgt..yakin bs normal ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *