Archives

Kisah VBAC Hapsari

Kisah VBAC Hapsari

Alhamdulillah Allah mengijinkanku untuk merasakan melahirkan pervaginam, Allah begitu sayang dan baik kepada ku, Allah menunjukkan jalan kesana kemari agar aku yakin dengan pilihanku, terus berusaha, tetap istiqomah dan tawakal. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah jika Allah sudah berkata KUN FAYAKUUN… dan semua hanya dengan ijin Allah.

 

***

Continue reading

Kisah VBAC Lely

Kisah VBAC Lely

Alhamdulillah segala puji bagi Allah karena hanya dengan kehendakNya lah segala sesuatu bisa terjadi, segala permohonan bisa terkabul, dan seluruh ikhtiar serta tawakkal bisa terjawab.

***

Continue reading

Kisah VBAC Prima

Kisahku Melahirkan Normal Setelah Caesar, Di Rumah (Accidental Unassisted VBAC At Home)

Mei 2015
Ada rasa yang tak biasa kurasakan. Diriku pun bertanya2 mungkinkah aku hamil lagi? Anakku yg ke 2 masih berusia 9 bulan dan lahir melalui operasi caesar, kalau positif hamil apa yang harus kulakukan? Operasi caesar lagi atau berusaha melahirkan normal setelah caesar (Vaginal Birth After Cesarean=VBAC)? Tanpa menunggu lama agar tak penasaran aku dan suami pun membeli test pack. Rasanya deg-degan luar biasa dan ternyata benar, dua strip menjadi hasilnya.

Perasaanku pun bercampur aduk, ada bahagia ada gundah gulana. Tapi aku tahu hal pertama yang harus kulakukan adalah pergi ke klinik, dan meminta dilakukan test TORCH. Bukan apa –apa, virus ini lah yang membuat aku memilih untuk melahirkan anak ke 2 melalui operasi caesar.

Sempat ada trauma tersendiri bila mengingat proses kelahiran anak ke 2, bukan penyesalan, tapi lebih ke rasa belum berusaha maksimal. Butuh waktu bagiku untuk mengerti dan menerima apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah untukku, serta introspeksi diri. Kucoba untuk menyembuhkan trauma itu dengan menulis dan self healing. Ketika aku sadar alasan sc yang kupilih adalah karena kurangnya pemberdayaan diri, kurang ilmu, kurang referensi, lemahnya keyakinan pada diri sendiri, kekhawatiran berlebihan, aku pun menyadari bahwa sebetulnya SC pertamaku itu dapat dicegah dan  kenyataannya memang keputusan yang diambil itu adalah pilihanku tanpa paksaan dari siapapun, maka tidak ada lagi rasa marah, trauma, menyalahkan keadaan, tenaga medis, atau yang lainnya. Yang ada hanyalah sikap berusaha menerima, ikhlas, berdamai dan memaafkan diri sendiri demi kesehatan kehamilan yang dijalani saat ini.
image

Continue reading

(Bukan) Kisah VBA3C Nadia: Sebuah Kisah CBA3C

Kisah Kelahiran Syakira

7 November 2014 adalah hari terakir tamu bulanan berkunjung setelah lama tak bersua sejak melahirkan Jaffan via SC di April 2014. Lega rasanya setelah sekian bulan dag dig dug menunggu datangnya haid. Namun ternyata November itu pula merupakan haid terakhirku, karena Desember 2014 tamu bulanan tidak muncul lagi. Bagaimana perasaanku? Betapa berdosanya aku! Bukannya bersyukur, malah stresss luar biasa, nangis kejer tiap masuk kamar mandi sampai seminggu lebih. Setengah meratap kepada Sang Maha Pencipta, mengapa “tega” membiarkan rahimku dititipi anak lagi, karena bekas luka sc 7 bulan yg lalu pun rasanya masih pedih, ngilu dan menyakitkan. Belum lagi pasca sc anak ke 3 ku kemarin, rasanya daya tahan tubuhku lemah sekali, sering kena flu dan demam tanpa sebab, sakit pinggang dan lain2nya. Ya, aku sudah 3x sc. Bukan bayinya yg bikin aku galau toh memang aku kepingin punya anak lebih dari 3, tapi proses kehamilannya yg kutakutkan, karena aku khawatir bekas luka SC lama terbuka kembali seiring bertambah besarnya usia kehamilan.

image

Continue reading

Kisah VBAC Erya

Perjalanan VBAC-ku..

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, tak henti kuucapkan syukur pada-Nya. Alhamdulillah, Alloh melindungiku dari ruptur rahim. Alhamdulillah Alloh melindungiku dari ketuban keruh. Alhamdulillah Alloh melindungiku dari pengapuran plasenta. Alhamdulillah Alloh melindungiku dari rasa cemas dan panik, Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah Alloh mudahkan semuanya.

image Continue reading