Archive | July 2016

Kisah VBAC Prima

Kisahku Melahirkan Normal Setelah Caesar, Di Rumah (Accidental Unassisted VBAC At Home)

Mei 2015
Ada rasa yang tak biasa kurasakan. Diriku pun bertanya2 mungkinkah aku hamil lagi? Anakku yg ke 2 masih berusia 9 bulan dan lahir melalui operasi caesar, kalau positif hamil apa yang harus kulakukan? Operasi caesar lagi atau berusaha melahirkan normal setelah caesar (Vaginal Birth After Cesarean=VBAC)? Tanpa menunggu lama agar tak penasaran aku dan suami pun membeli test pack. Rasanya deg-degan luar biasa dan ternyata benar, dua strip menjadi hasilnya.

Perasaanku pun bercampur aduk, ada bahagia ada gundah gulana. Tapi aku tahu hal pertama yang harus kulakukan adalah pergi ke klinik, dan meminta dilakukan test TORCH. Bukan apa –apa, virus ini lah yang membuat aku memilih untuk melahirkan anak ke 2 melalui operasi caesar.

Sempat ada trauma tersendiri bila mengingat proses kelahiran anak ke 2, bukan penyesalan, tapi lebih ke rasa belum berusaha maksimal. Butuh waktu bagiku untuk mengerti dan menerima apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah untukku, serta introspeksi diri. Kucoba untuk menyembuhkan trauma itu dengan menulis dan self healing. Ketika aku sadar alasan sc yang kupilih adalah karena kurangnya pemberdayaan diri, kurang ilmu, kurang referensi, lemahnya keyakinan pada diri sendiri, kekhawatiran berlebihan, aku pun menyadari bahwa sebetulnya SC pertamaku itu dapat dicegah dan  kenyataannya memang keputusan yang diambil itu adalah pilihanku tanpa paksaan dari siapapun, maka tidak ada lagi rasa marah, trauma, menyalahkan keadaan, tenaga medis, atau yang lainnya. Yang ada hanyalah sikap berusaha menerima, ikhlas, berdamai dan memaafkan diri sendiri demi kesehatan kehamilan yang dijalani saat ini.
image

Continue reading