Kisah VBA2C Fathimah

Kisah VBA2C Fathimah

Akhirnya Allah menjawab semua doa’ku. Aku tidak pernah menyangka bisa melakukannya. Dengan ikhtiar dan tawakkal lahirlah anak kami melalui proses normal setelah dua kali sesar (Vb2ac). Alhamdulillah, Masya Allah.

***

Continue reading

Kisah VBAC Lely

Kisah VBAC Lely

Alhamdulillah segala puji bagi Allah karena hanya dengan kehendakNya lah segala sesuatu bisa terjadi, segala permohonan bisa terkabul, dan seluruh ikhtiar serta tawakkal bisa terjawab.

***

Continue reading

Kisah VBA2C Fifi

Kisah VBA2C Fifi

Maasyaa Allaah, begitu gembira nya aku bisa melahirkan dengan proses yang seharusnya, tanpa ada belah perut dan tanpa ada trauma rasa sakit setelah dibelah. Persalinan normal ini semua dilakukan secara alami, tidak ada induksi buatan dan tidak ada gunting-menggunting saat proses kelahiran, walau ada robekan tapi semuanya alami, Alhamdulillah..

 

 

***

Continue reading

Kisah VBA2C Ika

Kisah vba2c Ika

Bismillah… Walhamdulillah…

Sebuah kisah tentang kelahiran putri kecil kami, yang kami beri nama Aisyah Abdurrahman. Sebuah kisah melahirkan normal, biidznillah, setelah mendapat 2 kali takdir sc, Ibrahim Abdurrahman dan Maryam Abdurrahman. Inilah kisah ku.

***

Continue reading

Kisah VBAC Dila

Kisah VBAC ku

Segala sesuatu yang terjadi adalah atas ijin Allah SWT. Telah lahir anak kami yang ketiga pada hari Ahad, 7 Agustus 2016 pukul 09.54. Inilah kisah kami.

Continue reading

Kisah VBAC Putri

Kisah VBAC Ku

Kisah ini berawal dari kehamilan anak pertamaku yang lahir via SC setelah 42w dan gagal induksi. Ketubanku habis di bukaan 2 dan hampir 10 jam kemudian bukaan mentok di bukaan 3. Aku harus diam dan tidak boleh bergerak lagi saat itu hingga akhirnya SC lah yang menjadi pilihan. Selama penyembuhan pasca operasi aku mengalami abses di PD kiri selama kurang lebih 1 bulan. Awalnya ASI masih rembes lalu diperban, sampai akhirnya berhenti total. Bayiku pun tertular di dagunya seminggu kemudian. Namun Alhamdulillah masih mau ngAsi di PD kanan. Hampir semua masalah menyusui mulai puting lecet sampai pecah terbelah, PD bengkak, mastitis, sampai abses sudah pernah terjadi padaku. Amat sangat benar pepatah ini “Pengalaman adalah Guru yang paling berharga”. Aku pun berikrar aku tidak ingin mengalaminya lagi. Aku ingin sekali bisa melahirkan normal dan lancar menyusui.


Continue reading

Kisah VBA2C Nendra

Kisahku Melahirkan Normal Setelah Dua Kali Sectio Caesaria

Alhamdulillah, bi idznillah, syukur kepada Allah, dalam segala kelalaian masih allah beri kesempatan melahirkan normal setelah dua kali SC. Rasanya tak tergambarkan. Meski mendapat banyak jahitan bekas epis ini adalah nikmat terindah, alhamdulillah.

***

Continue reading

Kisah VBA2C Tina

Kisah VBA2C Tina

Bersyukur alhamdulillah kepada ALLAH Subhanahu wata’alla yang telah memberiku kesempatan melahirkan normal. ALLAH lah yang membimbingku di saat-saat terakhir aku melahirkan Haziq. Haziq artinya pintar, cerdas. Doa mamah dan papah, Nak. Nama untukmu: Syahron Haziq Ramadhan. Semoga kelak engkau jadi anak sholeh. Aamiin.

image

Continue reading

Kisah VBAC Prima

Kisahku Melahirkan Normal Setelah Caesar, Di Rumah (Accidental Unassisted VBAC At Home)

Mei 2015
Ada rasa yang tak biasa kurasakan. Diriku pun bertanya2 mungkinkah aku hamil lagi? Anakku yg ke 2 masih berusia 9 bulan dan lahir melalui operasi caesar, kalau positif hamil apa yang harus kulakukan? Operasi caesar lagi atau berusaha melahirkan normal setelah caesar (Vaginal Birth After Cesarean=VBAC)? Tanpa menunggu lama agar tak penasaran aku dan suami pun membeli test pack. Rasanya deg-degan luar biasa dan ternyata benar, dua strip menjadi hasilnya.

Perasaanku pun bercampur aduk, ada bahagia ada gundah gulana. Tapi aku tahu hal pertama yang harus kulakukan adalah pergi ke klinik, dan meminta dilakukan test TORCH. Bukan apa –apa, virus ini lah yang membuat aku memilih untuk melahirkan anak ke 2 melalui operasi caesar.

Sempat ada trauma tersendiri bila mengingat proses kelahiran anak ke 2, bukan penyesalan, tapi lebih ke rasa belum berusaha maksimal. Butuh waktu bagiku untuk mengerti dan menerima apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah untukku, serta introspeksi diri. Kucoba untuk menyembuhkan trauma itu dengan menulis dan self healing. Ketika aku sadar alasan sc yang kupilih adalah karena kurangnya pemberdayaan diri, kurang ilmu, kurang referensi, lemahnya keyakinan pada diri sendiri, kekhawatiran berlebihan, aku pun menyadari bahwa sebetulnya SC pertamaku itu dapat dicegah dan  kenyataannya memang keputusan yang diambil itu adalah pilihanku tanpa paksaan dari siapapun, maka tidak ada lagi rasa marah, trauma, menyalahkan keadaan, tenaga medis, atau yang lainnya. Yang ada hanyalah sikap berusaha menerima, ikhlas, berdamai dan memaafkan diri sendiri demi kesehatan kehamilan yang dijalani saat ini.
image

Continue reading